BerandaHeadlinesInggried Sondakh Dorong Perhatian Pemerintah Terhadap Pekerja Keagamaan, UMKM, Petani dan Nelayan

Inggried Sondakh Dorong Perhatian Pemerintah Terhadap Pekerja Keagamaan, UMKM, Petani dan Nelayan

MINAHASA-Anggota DPRD Sulut Inggried Sondakh melaksanakan Reses di dapilnya Minahasa-Tomohon.
Berlokasi di Desa Kalasey Satu Kecamatan Mandolang, Inggried Sondakh menyerap aspirasi masyarakat yang dihadiri sekira 80 orang dari berbagai unsur, Sabtu (1/8/2026) di D’Mason.

Dalam pertemuan ini dihadiri unsur pemerintah setempat, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, kelompok masyarakat, pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), kelompok tani, kelompok nelayan, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.


Dalam kegiatan ini, Inggried Sondakh membuka ruang dialog secara langsung dengan masyarakat untuk mendengarkan berbagai kebutuhan dan persoalan yang dihadapi masyarakat di wilayah Kecamatan Mandolang.

Melalui dialog yang berlangsung terbuka dan konstruktif, masyarakat menyampaikan sejumlah aspirasi yang diharapkan dapat menjadi perhatian pemerintah, baik Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara maupun pemerintah kabupaten dan pemerintah setempat.

Salah satu aspirasi yang disampaikan masyarakat adalah terkait dengan perhatian terhadap kesejahteraan pekerja keagamaan di wilayah Kecamatan Mandolang.

Masyarakat juga mengharapkan adanya dukungan pemerintah terhadap pembangunan dan rehabilitasi rumah ibadah.

Selain itu, masyarakat mengusulkan adanya program pelatihan bagi pekerja keagamaan dan pelaku usaha yang dapat difasilitasi oleh Biro Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

Pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kemampuan masyarakat dalam menjalankan aktivitas pelayanan maupun pengembangan usaha.

Di sektor UMKM, masyarakat berharap adanya program pelatihan dari Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulawesi Utara, khususnya bagi pelaku UMKM baru. Masyarakat juga mengharapkan bantuan peralatan usaha melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Utara untuk mendukung peningkatan produktivitas dan pengembangan usaha kecil.

Sementara itu, dari sektor pertanian, kelompok tani menyampaikan kebutuhan akan bantuan pupuk, bibit dan sarana produksi pertanian, seperti bibit jagung, rica, tomat, kacang-kacangan, kedelai, serta berbagai jenis tanaman hortikultura lainnya.

Masyarakat juga mengharapkan dukungan berupa alat dan mesin pertanian (alsintan), di antaranya traktor tangan, alat tanam jagung, alat penyemprot atau handsprayer, serta berbagai peralatan pendukung lainnya yang dapat membantu meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat.

Tidak hanya sektor pertanian, aspirasi juga datang dari kelompok nelayan. Masyarakat mengharapkan adanya bantuan sarana dan peralatan penangkapan ikan, seperti jaring, mesin motor tempel, mesin katinting, hingga bantuan perahu nelayan.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Inggried Sondakh menyampaikan bahwa kegiatan reses merupakan bagian penting dari tugas dan tanggung jawab anggota DPRD untuk hadir dan mendengarkan secara langsung kebutuhan masyarakat.

Berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat, menurutnya, akan diinventarisasi dan menjadi bahan masukan untuk diperjuangkan melalui mekanisme dan kewenangan yang dimiliki DPRD, serta dikoordinasikan dengan perangkat daerah terkait.

Aspirasi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan dan penganggaran daerah, dengan tetap memperhatikan skala prioritas, kewenangan pemerintah daerah, kemampuan keuangan daerah, serta ketentuan peraturan perundang-undangan.

Melalui kegiatan reses ini, diharapkan komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat dapat semakin kuat, sehingga berbagai program pembangunan yang dilaksanakan pemerintah benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di Sulawesi Utara, khususnya di wilayah Minahasa dan Tomohon. (mom)

- Advertisment -