
Wakil Ketua DPRD Sulut Royke Anter saat turun reses di Kelurahan Karame Kecamatan Singkil.
DPRD SULUT telah melaksanakan agenda reses II masa persidangan ketiga tahun 2026, sejak 1-4 Agustus 2026. Reses ini atau menyerap aspirasi di daerah pemilihan (Dapil) dilaksanakan oleh 45 anggota DPRD Sulut.
Dan Anggota DPRD Sulut dapil Manado yakni Wakil Ketua DPRD Sulut Royke Anter, Royke Roring, Jeane Lalujan, Irene Golda Pinontoan, Paula Runtuwene, Amir Liputo, Yongki Limen, Louis Schramm. Telah turun ke dapilnya di Kota Manado.

Royke Anter saat bersama masyarakat di Kelurahan Karame.
Seperti Wakil Ketua Dewan Royke Anter menjumpai masyarakat yang ada di Kelurahan Karame Kecamatan Singkil. Bertempat di Kantor Lurah Karame Royke Anter menerima aspirasi mulai dari masalah sampah dibantaran sungai, soal Tarkam akibat pengaruh miras dan Pendidikan, khususnya masalah penerimaan murid baru terkait Zonasi dan pungli di Sekolah disampaikan masyarakat kepada Royke Anter.
Reses Royke Anter ini dihadiri langsung Lurah Karame Iskandar Polontalo, Tokoh Agama Pdt. Yusak Ponyororing, Ketua BTM Husen Karim, pengurus PKK, serta warga dari Lingkungan 1 hingga 6 Kelurahan Karame.
Beberapa masyarakat yang menyampaikan aspirasi diantaranya Steward Andaki, salah satu warga yang bermukim di bantaran sungai, mengeluhkan ketiadaan tempat pembuangan sampah (TPS) khusus.
“Karena tidak ada tempat pembuangan sampah memicu sebagian masyarakat nekat membuang sampah langsung ke sungai.Kerinduan kami ada pengadaan tempat sampah,”ungkap Steward.
Sementara itu, salah satu Ibu bernama Mey Laya, masyarakat Karame Lingkungan V, mengeluhkan rumitnya alur Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) serta adanya indikasi pungutan biaya di sekolah negeri.
Sementara itu, Lurah Karame, Iskandar Polontalo, menyoroti pentingnya ketegasan dari Aparat Penegak Hukum (APH) terhadap para provokator kerusuhan yang kerap meresahkan warga. Pihaknya berharap ada tindakan tegas dan terukur agar situasi Manado tetap kondusif.
Menanggapi rentetan aspirasi tersebut, Politisi Demokrat Royke Anter menegaskan bahwa seluruh masukan warga akan dirangkum dalam Laporan Hasil Reses untuk diteruskan ke pihak berwenang, baik Pemkot Manado, Pemprov Sulut, maupun instansi Pemerintah Pusat.

Irene Golda Pinontoan saat melaksanakan reses di dapil Kota Manado.
Sementara Irene Golda Pinontoan dari Fraksi PDI Perjuangan melaksanakan Reses II Masa Persidangan di Gran Puri Hotel, Kota Manado, Senin (3/8/2026).
Reses tersebut dihadiri sekitar 200 peserta, terdiri atas jajaran Pemerintah Kota Manado, Camat Sario bersama para Lurah se-Kecamatan Sario, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, organisasi kemasyarakatan, pelaku UMKM, serta berbagai elemen masyarakat lainnya. Kehadiran seluruh unsur tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam membangun komunikasi yang efektif demi kemajuan daerah.
Dalam dialog yang berlangsung interaktif, sejumlah aspirasi strategis disampaikan masyarakat. Lurah Sario Tumpaan mengusulkan agar pemerintah lebih memperketat pengawasan terhadap pekerjaan galian utilitas di jalan protokol yang hingga kini banyak belum dipulihkan sebagaimana kondisi semula setelah pekerjaan selesai.
Selanjutnya, Kepala Lingkungan I Kelurahan Sario Titiwungen mengusulkan penataan dan perapihan pohon-pohon besar yang dinilai membahayakan keselamatan masyarakat. Selain berpotensi mengganggu jaringan listrik, kondisi cuaca yang belakangan sering disertai angin kencang meningkatkan risiko pohon tumbang di kawasan permukiman.
Sementara itu, Kepala Lingkungan III Kelurahan Sario menyampaikan perlunya renovasi Kantor Kelurahan Sario yang saat ini sering mengalami kebocoran sehingga mengganggu pelayanan kepada masyarakat ketika terjadi hujan deras.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Irene Golda Pinontoan menyampaikan komitmennya untuk mengawal setiap usulan agar memperoleh tindak lanjut sesuai kewenangan masing-masing. Menurutnya, keberhasilan pembangunan hanya dapat dicapai apabila pemerintah dan masyarakat berjalan bersama dalam semangat kolaborasi.

Jeane Lalujan saat melaksanakan reses bersama masyarakat di wilayah Kleak-Batukota.
Jeane Laluyan anggota DPRD Sulut dapil Manado menerima berbagai aspirasi masyarakat saat melaksanakan kegiatan reses di wilayah Kleak-Batukota.
Dalam pertemuan tersebut, persoalan melemahnya kondisi ekonomi menjadi keluhan utama yang disampaikan warga.
Kondisi sekarang ini masyarakat sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah misalnya bantuan dari UMKM untuk usaha pembuatan kue, tentunya para Ibu-ibu harus ada Mixer, oven intinya alat penunjang UMKM.
“Meskipun untuk dipasarkan dimana, tapi ibu-ibu akan berusaha. Sekarang ini ada juga suaminya yang nganggur akibat pengurangan karyawan. Jadi para ibu-ibu ini berputar otak untuk menghasilkan uang. Maka mereka meminta DPRD memfasilitasi dengan pemerintah agar ada program yang langsung menyentuh masyarakat,”ungkap anggota Komisi II DPRD Sulut ini, sambil berjanji aspirasi ini akan ia sampaikan lewat Paripurna dan berharap mendapat perhatian Pemerintah Provinsi.

Anggota DPRD Sulut Royke Octavian Roring saat melaksanakan reses di Kantor Kelurahan Ronomuut.
Royke Octavian Roring, melaksanakan Reses di Kantor Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado, Minggu (2/8/2026) pukul 16.00 WITA.
Kegiatan reses tersebut dihadiri oleh Pemerintah Kelurahan Ranomuut, para Kepala Lingkungan, staf pendamping reses, tim monitoring, serta perwakilan masyarakat.
Sejumlah aspirasi yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut antara lain pengadaan kursi untuk Kantor Kelurahan Ranomuut guna menunjang pelayanan masyarakat, pengadaan kursi bagi seluruh lingkungan sebagai fasilitas kegiatan warga, perbaikan drainase di Lingkungan II dan Lingkungan III yang sering menyebabkan banjir saat curah hujan tinggi, serta usulan pelebaran jalan menuju Yayasan Sekolah Kristen Imanuel di Lingkungan V agar akses kendaraan menjadi lebih aman dan lancar.

Anggota DPRD Sulut Amir Liputo saat melaksanakan reses di kawasan Pakowa-Aspol dan menyerahkan bantuan korban kebakaran di rumah.
Hi. Amir Liputo, S.H., melaksanakan Reses II Masa Persidangan Tahun 2026 di Serambi Masjid Al Amin, Kelurahan Wanea, kawasan Pakowa–Aspol, Kota Manado.
Ratusan warga yng hadir terdiri atas pemerintah kelurahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, tokoh perempuan, tokoh pemuda, serta warga yang terdampak musibah kebakaran di kawasan Aspol dan sekitar Masjid Al Amin pada 28 Juli 2026.
Dalam dialog Amir Liputo bersama warga, sejumlah aspirasi mengemuka, antara lain kebutuhan kompor gas bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal, percepatan pengurusan kembali dokumen penting yang terbakar, bantuan bahan bangunan bagi warga yang memiliki lahan untuk membangun kembali rumahnya, serta kebutuhan tabung LPG, regulator, dan perlengkapan memasak bagi warga yang masih mengungsi.
Hi. Amir Liputo, S.H. berdialog langsung dengan warga terdampak kebakaran Pakowa–Aspol sekaligus menyerahkan bantuan kemanusiaan sebagai wujud komitmen memperjuangkan kebutuhan masyarakat.

Anggota DPRD Sulut Yongki Limen saat melaksanakan reses di Atas Lingkungan VI Kelurahan Tikala.
Anggota DPRD Sulut Yongki Limen melaksanakan kegiatan Reses II Tahun 2026 di Taas Lingkungan VI, Kelurahan Tikala, Kecamatan Tikala, Kota Manado, Senin (3/8/2026) malam.
Dialog yang berlangsung interaktif menghasilkan sejumlah usulan prioritas dari masyarakat. Di bidang lingkungan hidup, warga mengharapkan adanya peningkatan program kebersihan lingkungan melalui lomba kebersihan serta penataan lahan pekuburan dengan konsep yang lebih efisien mengingat semakin terbatasnya ketersediaan lahan.
Pada sektor pendidikan, masyarakat menyampaikan harapan agar persyaratan dan kriteria penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) dapat dipermudah sehingga lebih banyak keluarga yang benar-benar membutuhkan dapat memperoleh manfaat program tersebut.
Sementara itu, di bidang infrastruktur, warga Lingkungan VI mengusulkan agar saluran drainase segera diperbaiki untuk mengatasi genangan air dan meningkatkan kualitas lingkungan permukiman.

Anggota DPRD Sulut Louis Schramm saat reses di Panti Asuhan dr. J Lukas.
Louis Carl Schramm, melaksanakan masa Reses II Tahun 2026 di Panti Asuhan dr. J. Lukas, Manado.Masyarakat menyampaikan sejumlah aspirasi, salah satunya terkait pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), khususnya mengenai ketimpangan antara sekolah negeri dan sekolah swasta.
Warga menilai pembangunan sejumlah SMA Negeri yang berdekatan dengan sekolah swasta berdampak terhadap menurunnya jumlah peserta didik di sekolah swasta.

Paula Runtuwene menjaring masukan dari berbagai elemen masyarakat di Manado, di antaranya Asosiasi Seni Tradisional Prov. Sulut (Seniman & Budayawan).
Anggota Komisi IV DPRD Sulut ini Menampung masukan terkait pelestarian seni budaya daerah serta perhatian terhadap kesejahteraan para seniman di Sulawesi Utara.
Paula juga Mengandeng komunitas sekolah untuk menyerap aspirasi seputar fasilitas pendidikan, sarana prasarana belajar, serta peningkatan mutu pendidikan menengah atas
Para Tokoh Agama / Pelayan Khusus (Pelsus):, Mendengarkan masukan terkait pembinaan kerukunan umat beragama serta program sosial keagamaan di masyarakat.
Guru dan Siswa SMKN 7 Manado, berdiskusi mengenai pengembangan pendidikan kejuruan, kesiapan tenaga kerja muda, serta kelengkapan sarana praktik siswa.
Melalui hasil tatap muka dari rangkaian agenda reses ini, Paula Runtuwene berkomitmen membawa seluruh pokok pikiran dan masukan warga Manado ke meja pembahasan DPRD Provinsi Sulawesi Utara bersama pihak eksekutif demi kesejahteraan masyarakat. (adv/mom)


