
MANADO-Ratusan warga yang mengatasnamakan Forum Perjuangan Masyarakat Tokanbahu Makawidey melakukan aksi demo didepan Gedung DPRD Sulut, Rabu (15/7/2026).
Ratusan warga ini menyampaikan aspirasi terkait rencana pengambilalihan lahan tempat tinggal mereka.
Informasi yang dirangkum menyebutkan,warga Makawidey menyampaikan aspirasi ke DPRD Sulut, karena merasa terancam dengan berdirinya dua pos militer di desa mereka dan adanya informasi bahwa tanah yang telah mereka huni selama 24 tahun akan diambil alih oleh Kodam XIII/Merdeka untuk keperluan militer.
Dihadapan anggota DPRD Sulut Louis Schramm, Nick A Lomban,Julyeta Paula Runtuwene warga menjelaskan bahwa tanah sengketa tersebut merupakan tanah adat (Erpak) telah ditinggali secara turun-temurun.
Tercatat ada 90 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 200 jiwa yang bermukim di lokasi tersebut.”Kami meminta keadilan dan perlindungan hukum agar tidak tergusur dari tempat tinggal yang sudah puluhan tahun ditempati,”ungkap warga.
Anggota DPRD yang menerima aspirasi warga Makawidey berjanji akan membawa isu ini ke dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) serta memanggil semua pihak yang terlibat, termasuk perwakilan TNI dan instansi terkait, untuk mencari jalan keluar terbaik.
“Tentunya DPRD akan mencoba mencari solusi tanpa mengorbankan hak-hak masyarakat yang sudah lama menetap di Desa Tokanbahu Makawidey.Aspirasi ini nanti disampaikan ke pimpinan dewan,”tutur Louis Schramm dan Nick Lomban. (mom)


