
Billy Lombok
MANADO-Billy Lombok Anggota DPRD Sulut dapil Minsel Mitra dipercayakan untuk menyampaikan hasil pelaksanaan reses II thun 2026 dalam Rapat Paripurna, Rabu (2/9/2026).
Dalam penyampaian hasil reses, Lombok anggota Fraksi Demokrat ini menyampaikan bahwa reses merupakan momentum bagi para wakil rakyat untuk bertemu langsung dengan masyarakat sekaligus mendengarkan berbagai keluhan dan kebutuhan yang dihadapi di lapangan.
“Ijinkanlah kami berenam, pimpinan dan anggota DPRD Dapil Minsel-Mitra menyampaikan laporan hasil pelaksanaan reses yang kami laksanakan dengan bertemu dan mendengarkan keluh kesah masyarakat,” jelas Lombok.
Menurutnya, hasil reses tersebut dituangkan dalam dokumen setebal 12 halaman. Namun, pihaknya memilih tidak membacakan seluruh laporan tersebut dalam forum karena ingin menyerahkannya secara resmi agar dapat menjadi bagian dari perjuangan aspirasi masyarakat Minsel dan Mitra.
“Kami percaya masa reses bukan hanya menjadi agenda tekstual, tetapi kontekstual bagi masyarakat. Karenanya, kami bersepakat tidak akan membaca semuanya, tetapi dengan cara menyerahkan dokumen ini agar menjadi bagian resmi perjuangan Dapil Minsel-Mitra,” papar Lombok.
Salah satu aspirasi yang mendapat perhatian khusus adalah kondisi Desa Suluun, Kecamatan Tareran, Minsel, yang baru saja dilanda bencana angin puting beliung.
Billy meminta pemerintah segera memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak.
Selain persoalan kebencanaan, sejumlah aspirasi lain yang diserap dalam reses berkaitan dengan persoalan desil, kesehatan dan pendidikan.
Billy Lombok juga menyampaikan apresiasi terhadap langkah Gubernur Sulut Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay dalam memperjuangkan dukungan pemerintah pusat bagi sektor pertanian di Sulut.
Bahkan Lombok secara khusus mengapresiasi lobi Gubernur YSK ke Kementerian Pertanian sehingga wilayah Minsel dan Mitra turut mendapatkan alokasi program pertanian seluas 25 ribu hektare.
Program tersebut mencakup bantuan pupuk gratis, bibit gratis hingga dukungan biaya tanam dari pemerintah.
Untuk komoditas yang dikembangkan, bantuan bibit antara lain mencakup kelapa, jagung, pala serta tanaman strategis enau yang dapat mendukung pengembangan komoditas cap tikus dan aren.
“Di tengah aspirasi ada apresiasi. Kami ingin memberikan apresiasi pada Pak Gubernur YSK atas lobbynya ke Kementerian Pertanian, sehingga Minsel-Mitra turut mendapat alokasi 25 ribu hektare bantuan, pupuk gratis, bibit gratis, dan bahkan untuk biaya tanam diberikan biaya oleh pemerintah,” ujar lombok, sambil meminta agar program tersebut dikawal secara serius di tingkat lapangan.
“Kami berharap penyuluh pertanian diberikan mandat yang tegas untuk membantu petani, sehingga seluruh program bantuan benar-benar dapat dimanfaatkan dan memberikan hasil bagi peningkatan kesejahteraan petani.Penyuluh pertanian diberikan mandatoris yang tegas membantu petani agar program ini sukses, Pak Gubernur,” ucapnya.
Lombok juga mengapresiasi Bantuan Kolintang untuk pelestarian budaya di masing-masing kecamatan.
“Bantuan Kolintang menjadi semakin penting seiring dengan pengakuan kolintang sebagai warisan budaya takbenda dunia oleh UNESCO,”tambahnya.
Lombok berharap dukungan terhadap kolintang tidak berhenti pada pemberian alat musik, tetapi dapat terus dikembangkan melalui pembinaan generasi muda sehingga warisan budaya Sulut tersebut tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat. (mom)


