
Michaela E Paruntu.
MANADO-Pembahasan lanjutan KUA PPAS APBD Perubahan 2026 antara Badan Anggaran (Banggar) dan TAPD Pemprov Sulut, Selasa (1/9/2026) dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Sulut Fransiscus A Silangen.
Pembahasan lanjutan yang digelar sekira pukul 15.00 Wita berlangsung alot. Seperti yang disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Sulut Michaela E Paruntu (MEP). Dalam pembahasan tersebut, Ibu MEP sapaan akrab Ketua Golkar Sulut ini menyoroti adanya pengurangan anggaran di Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Sulut.

Pembahasan KUA PPAS P APBD perubahan 2026 antara Banggar dan TAPD Pemprov.
Paruntu mempertanyakan alasan adanya pengurangan anggaran sekitar Rp2 miliar pada Dispertanak.Padahal saat ini kondisi kekeringan tengah terjadi di sejumlah wilayah Sulut dan masyarakat, khususnya para kelompok tani yang sangat membutuhkan dukungan pemerintah.
“Saya berdasarkan mitra kerja Komisi II, di Dispertanak kenapa terjadi pengurangan sampai dua miliar. Padahal kondisi saat ini kekeringan di mana-mana,” tegas koordinator Komisi II membidangi Ekonomi dan Keuangan ini.
Lanjut Paruntu, kondisi di lapangan menunjukkan ada banyak kebutuhan petani yang harus direspons pemerintah.
“Saya mendapatkan aspirasi dari masyarakat bahkan kelompok tani yaitu berharap adanya bantuan alat pertanian, terutama pompa air untuk mengairi lahan yang mengalami kekeringan,”jelas Paruntu, sembari mempertanyakan kepada tim TAPD Pemprov Sulut apakah pengurangan anggaran tersebut akan berdampak terhadap program bantuan bagi kelompok tani.
“Para petani mengharapkan adanya bantuan seperti alat pertanian pompa air untuk mengairi lahan yang kering. Jika terjadi pengurangan anggaran, apakah bantuan bagi Poktan ini masih tetap ada,”kata Paruntu. (mom)


