
MANADO-Ketua DPD ABPEDNAS Sulawesi Utara, Stefanus BAN Liow, secara resmi menutup kegiatan Pelatihan Pelatih (Training of Trainers/ToT) Penguatan Peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang bersinergi dengan Pemerintah Desa, Jumat (28/8/2026).
ToT ini berlangsung selama dua hari (27–28 Agustus 2026) di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Utara ini memasuki puncaknya pada hari kedua dengan agenda metode Micro Teaching.
Teaching yang berlangsung pukul 08.00–17.00 WITA, sejumlah calon pelatih bersertifikat tampil menyajikan materi secara bergantian. Di antara mereka yakni Luki Kasenda, Dani R. Pinasang, Welly Waworundeng, Yelly Paendong, serta Magdalena Wullur.

Setiap penyajian materi langsung mendapatkan evaluasi dan catatan mendalam dari tim Instruktur Bersertifikat Nasional yang terdiri dari Jones Oroh, Frangky Mandagi, Meivy Mirah, dan Grace Sangian.
Selain itu, Kepala BPMP Sulut Febry Dien turut hadir memberikan pembekalan teknis kepada para peserta.
Kegiatan ToT ini merupakan hasil kolaborasi strategis untuk optimalisasi Program Jaga Desa Kejaksaan Tinggi Sulut dan DPD ABPEDNAS Sulut, yang bekerja sama dengan BPMP Sulut, Pemprov Sulut, FISIP Unsrat Manado, serta DPD Desa Bersatu Sulut.
Menariknya, pada hari kedua panitia menghadirkan jajaran Kepala Desa, Sekretaris Desa, dan Ketua BPD dari beberapa desa sekitar, seperti Desa Pineleng Dua, Sea Satu, Sea Mitra, Sea Induk, dan Warembungan. Kehadiran para praktisi desa ini memberikan pandangan, pendapat, dan masukan konkret sebagai bahan persiapan pembekalan BPD di tingkat kecamatan dan kabupaten yang dijadwalkan mulai September 2026.
Acara ditutup secara resmi oleh Ketua DPD ABPEDNAS Sulawesi Utara, Stefanus BAN Liow, yang juga didampingi Sekretaris Jakried K. Maluenseng, serta dihadiri oleh Miky JL Wenur.
Dalam sambutannya, Senator Stefa yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Desa Bersatu Sulut dan Ketua BULD DPD RI, menegaskan pentingnya kegiatan ini untuk peningkatan kapasitas SDM di tingkat desa.
“Kegiatan ini diharapkan menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia BPD, sehingga mampu menjalankan tugas dan fungsinya secara optimal dalam mendukung tata kelola pemerintahan desa yang partisipatif, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” ungkap Liow.
Ia menambahkan, sinergi yang solid antara BPD dan Pemerintah Desa menjadi kunci agar pembangunan desa berjalan efektif, maju, mandiri, dan sejahtera.
Para peserta yang mengikuti program dua hari ini diproyeksikan menjadi pelatih bersertifikat resmi dengan lisensi dari BPMP Sulut. Adapun daftar calon pelatih tersebut meliputi:
Magdalena Wullur, Dani R. Pinasang, Yelly Paendong, Luki Kasenda, Sonny Pondalos, Sofyan Jimmy Yosady, James Karinda, Gresty Natalia Masi, Christy Natalia Rondonuwu, Luki Dotulong, Welly Waworundeng. (mom)


