BerandaBolmong RayaHadiri Sidang Sinode ke- 60 GMIBM, Gubernur YSK Beber Pencapaian Tertinggi IPM...

Hadiri Sidang Sinode ke- 60 GMIBM, Gubernur YSK Beber Pencapaian Tertinggi IPM Sulut : “Ini Tak Lepas dari Peran Gereja & Umat Beragama!”

LOLAK – Peran gereja dan umat beragama dalam membina masyarakat salah satu poin yang tak bisa dipungkiri oleh Gubernur YSK (Yulius Selvanus Komaling) menjadi salah satu modal utama dalam pembangunan Sulawesi Utara.

Gubernur mencontohkan pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun ini, Sulawesi Utara paling tertinggi di pulau Sulawesi, yakni mencapai 75,32.

Hal ini diungkapkan YSK saat menghadiri undangat pembukaan Sidang Sinode ke-60 GMIBM di Gereja GMIBM Sion Pinogaluman, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow, Senin (13/7/2026).

“Peningkatan ini bukan hanya hasil kerja pemerintah, tetapi juga ada peran gereja dan seluruh umat beragama yang terus membina masyarakat,” katanya di sela-sela sambutan.

Untuk itu YSK mengingatkan pentingnya menjaga predikat Sulawesi Utara sebagai salah satu provinsi paling toleran di Indonesia. Menurutnya, kerukunan antarumat beragama yang telah terbangun selama ini harus terus dipelihara sebagai modal utama pembangunan.

Ia mencontohkan semangat kebersamaan yang kerap terlihat dalam berbagai kegiatan keagamaan di Sulawesi Utara, di mana masyarakat dari agama yang berbeda saling membantu demi menyukseskan setiap kegiatan.

“Di Sulawesi Utara kita melihat panitia Natal melibatkan umat Muslim, begitu juga pada pelaksanaan MTQ, umat Kristen ikut menjadi panitia. Inilah bukti nyata toleransi yang harus terus kita rawat,” ungkapnya.

Gubernur pun mengajak seluruh keluarga besar Gereja Masehi Injili di Bolaang Mongondow (GMIBM) untuk terus menjaga persatuan dan semangat toleransi yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Sulawesi Utara.

Sebelum mengikuti rangkaian ibadah dan pembukaan sidang, Gubernur meresmikan Gedung Aula Sion Pinogaluman yang akan dimanfaatkan sebagai sarana penunjang pelayanan gereja.

YSK mengapresiasi panitia dan seluruh jemaat yang telah bekerja keras menyukseskan pelaksanaan Sidang Sinode ke-60. Ia menilai kesiapan jemaat sebagai tuan rumah mencerminkan semangat kebersamaan dan komitmen membangun pelayanan gereja.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras dari awal hingga akhir persiapan sidang ini. Terima kasih juga kepada seluruh jemaat yang telah menjadi tuan rumah yang baik dengan menyiapkan tempat yang begitu megah,” ujar YSK.

Menurut Gubernur, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memandang gereja sebagai mitra strategis dalam membangun daerah, terutama dalam membentuk karakter dan kualitas sumber daya manusia.

Ia menyebut keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur, tetapi juga dari meningkatnya kualitas masyarakat. Karena itu, Gubernur menitipkan pesan khusus kepada keluarga besar GMIBM agar terus menjadi teladan dalam menjaga kerukunan di wilayah Bolaang Mongondow.

“Saya titip kepada Sinode GMIBM agar kerukunan umat di Bolaang Mongondow terus dijaga. Mari saling menghormati dan merawat kebersamaan yang telah diwariskan para pendahulu,” pesannya.

Selain menyoroti pentingnya persatuan, YSK juga menyampaikan komitmen pemerintah dalam mendorong pembangunan di Bolaang Mongondow melalui sinergi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten.

Pemprov Sulut, kata dia, bahkan menyiapkan dukungan berupa hibah lahan sekitar 20 hektare untuk menunjang pengembangan kawasan di daerah tersebut.

Gubernur optimistis Bolaang Mongondow akan terus berkembang sebagai salah satu lumbung pangan Sulawesi Utara karena memiliki potensi besar di sektor pertanian, terutama komoditas padi, beras, dan jagung.

Menutup sambutannya, YSK mengajak seluruh peserta Sidang Sinode GMIBM ke-60 menjadikan gereja sebagai kekuatan moral dalam membangun masyarakat sekaligus menjaga persatuan di Sulawesi Utara.

“Yang paling utama adalah membangun jiwa-jiwa yang taat kepada Kristus. Pembangunan fisik menjadi tugas pemerintah, tetapi pembangunan mental dan spiritual harus dilakukan bersama gereja dan seluruh umat beragama. Mari kita bersatu demi perdamaian, kemajuan GMIBM, dan kemajuan Sulawesi Utara,” tutupnya. [*/adve/anr]

- Advertisment -