BerandaHeadlinesKondisi Pelayanan di RS Liun Kendaghe

Kondisi Pelayanan di RS Liun Kendaghe

Manadoline.com, Sangihe- Langkah cepat diambil pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe terkait masalah kekosongan obat dan bahan medis habis pakai di RSUD Liun Kendage Tahuna.

Kepala Dinas Kesehatan dr. Handry Pasandaran, ME, setelah memimpin rapat koordinasi dengan manajemen rumah sakit pada Rabu (15/04/2025) menyampaikan bahwa dalam pertemuan tersebut, hadir Direktur RSUD Liun Kendage, dr. Aprikonus Loris, beserta jajaran terkait.

“Kami sudah mempersiapkan langkah-langkah untuk menyelesaikan permasalahan kekosongan obat dan bahan medis habis pakai,” kata dr. Handry.

Ditegaskannya, bahwa keputusan yang diambil dalam rapat akan segera dieksekusi oleh manajemen rumah sakit.

“Harapan kami, dalam minggu ini sampai minggu depan, apa yang sudah direncanakan dapat segera dilaksanakan. Kami ingin jumlah obat yang kosong dapat terpenuhi secepatnya agar pelayanan kembali normal,” ujarnya.

Terkait pertanyaan publik apakah kekosongan obat terjadi secara berkepanjangan, Kadis mengonfirmasi bahwa ada beberapa obat tertentu yang memang kosong, termasuk sejumlah bahan medis habis pakai untuk tindakan operasi.

“Kekosongan ini terjadi karena masih dalam proses pengadaan. Namun untuk obat-obat darurat, minggu ini sudah ada yang datang. Sedangkan obat lainnya sedang dalam proses pengiriman,”jelasnya.

Dinas Kesehatan memberikan tenggat waktu kepada manajemen rumah sakit agar permasalahan ini dapat dituntaskan dalam 1–2 minggu. “Kami beri target maksimal dua minggu. Tapi makin cepat makin baik. Prioritas kami adalah obat yang paling banyak dibutuhkan sesuai kondisi penyakit pasien,” tambah dr. Handry.

Ia menekankan seluruh pelayanan kefarmasian harus melalui satu pintu, yaitu unit farmasi RSUD Liun Kendage. “Saya menegaskan tidak boleh ada praktek jual-beli obat di lingkungan rumah sakit. Semua harus melalui apotek rumah sakit. Itu standar pelayanan yang wajib dipatuhi,” ujarnya.

Selain obat, Kadis juga memberikan kepastian bahwa suplai oksigen di rumah sakit dalam kondisi aman. “Oksigen tidak ada kendala sama sekali karena rumah sakit memiliki mesin generator yang berfungsi baik. Bahkan dapat memenuhi kebutuhan sampai ke tingkat puskesmas,” katanya.

- Advertisment -