
MANADO – Ketua Umum Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR) Letjen TNI (Purn) Musa Bangun mengajak jajaran PPIR (Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya) Sulawesi Utara untuk menjadi garda terdepan dalam menangkal hoaks dan informasi menyesatkan di media sosial terkait program-program pro rakyat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Ini disampaikan saat Konsolidasi PPIR Sulut di sebuah hotel berbintang di Kabupaten Minahasa Utara, Rabu (12/8/2026) yang dihadiri ribuan purnawirawan TNI/Polri dan masyarakat sipil yang tergabung dalam organisasi sayap partai Gerindra tersebut
Musa Bangun mengatakan, saat ini banyak informasi berseliweran di media sosial yang dinilai merongrong pemerintahan Prabowo-Gibran. Di sisi lain, berbagai program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat kerap dipelintir sehingga menimbulkan persepsi yang berbeda di tengah masyarakat.
“Sekarang banyak berseliweran di media sosial yang merongrong pemerintahan Prabowo-Gibran. Banyak program untuk kepentingan masyarakat justru dibalikkan. Ditambah lagi masyarakat belum bisa membedakan mana yang benar dan mana yang hoaks,” kata Musa Bangun.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus ruang bagi PPIR untuk mengambil peran. Sebagai organisasi sayap Partai Gerindra, PPIR diharapkan mampu menyatukan visi dan misi dengan pemerintahan serta ikut menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat.
Yang menarik dalam sambutan putra Karo, Sumatera Utara ini, sedikit menyentil peran PPIR Sulut dengan Partai Gerindra yang notabene sebagai organisasi sayap besutan Presiden Prabowo. Apalagi dalam menangkal isu isu liar yang merusak program pemerintah untuk kepentingan rakyat.
“Gubernur Sulut itu, Bapak Yulius Selvanus itu kan dari Gerindra. Kader Gerindra. Segaris dengan presiden kita. Dukunglah dia lewat program-programnya untuk masyarakat sini. PPIR itu sayap Gerindra jadi benteng dalam mensukseskan program pemerintah,” tegas Musa Bangun.
Dia meminta PPIR Sulut membangun komunikasi dan sinergi yang baik dengan pemerintah daerah, termasuk di Sulut yang Gubernurnya adalam Ketua Gerindra. “Disinilah peran PPIR sebagai organisasi sayap Gerindra. Kita harus mampu menyatukan visi dan misi pemerintahan, terlebih pemerintahan di Sulut yang gubernurnya dari Gerindra,” ujarnya.
Terpantau dalam konsolidasi tersebut, Ketua Gerindra Sulut Yulius Selvanus bersama jajaran pengurus inti DPD tidak satu pun hadir. Yulius Selvanus sendiri diperoleh informasi sedang berada di Jakarta dalam kapasitasnya sebagai Gubernur Sulut.
Untuk itu Musa Bangun mengajak seluruh anggota PPIR tetap solid dan bersatu serta meninggalkan perbedaan politik yang terjadi pada Pemilu sebelumnya. “PPIR sebagai sayap Gerindra, mari solid, bersatu. Lupakan perbedaan politik pemilu dulu. Siapa pun calon presiden, gubernur, bupati dari Gerindra harus didukung dan ditopang. Bangun komunikasi yang baik. Jangan berseberangan dengan kebijakan,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya loyalitas dan kebersamaan dalam menjalankan tugas organisasi. “Gerindra itu PPIR, dan PPIR itu adalah Gerindra. Ini tugas kita sebagai purnawirawan,” katanya.Musa mengingatkan bahwa para purnawirawan TNI memiliki pengalaman panjang dalam menjalankan tugas negara.
Jika dahulu perjuangan dilakukan dengan senjata, kini perjuangan tersebut dapat dilanjutkan melalui peran sebagai pemersatu masyarakat. “Dulu kita angkat senjata untuk tugas negara. Sekarang kita sudah purnawirawan, mari menjadi pemersatu. Karena perjuangan politik adalah perjuangan merebut kekuasaan untuk kepentingan masyarakat. Inilah keunggulan PPIR yang punya pengalaman panjang,” jelasnya.
Ia juga meminta agar tidak ada sekat antara organisasi-organisasi purnawirawan berdasarkan matra.“Jangan saling membedakan PPAD, PPAU, PPAL, karena kita semua adalah PPIR, sayap Gerindra,” tegas Musa.
Lebih lanjut, Musa mengatakan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak berhenti setelah seseorang memasuki masa purnawirawan. Menurutnya, politik juga merupakan salah satu sarana untuk memperluas pengabdian kepada masyarakat melalui kekuasaan yang diperoleh secara demokratis.
“Pak Presiden Prabowo pernah mengatakan, kalau kita bisa mengabdi lebih luas untuk masyarakat, itu juga di politik sama. Bagaimana kita meraih kekuasaan, bupati, gubernur, untuk kepentingan masyarakat,” ungkapnya.
Musa mengakui bahwa menjalankan berbagai program populis pemerintahan Prabowo-Gibran bukanlah pekerjaan mudah. Karena itu, ia menilai konsolidasi PPIR menjadi penting untuk memperkuat jaringan dan menyatukan langkah.
“Program-program populis Prabowo-Gibran ini tidak mudah. Jadi inilah tujuan kita konsolidasi. Jangan setelah purnawirawan sudah tidak ada daya kritis. Fokus kita membangun jaringan,” ujarnya.
Di akhir arahannya, Musa mengajak seluruh anggota PPIR untuk terus berjuang, mengawal dan mendoakan Presiden Prabowo agar tetap tegar dalam menghadapi berbagai kritik dan hujatan. “Tugas kita sekarang berjuang, mengawal dan mendoakan Prabowo agar tetap tegar menghadapi hujatan-hujatan hingga menghadapi pemilu 2029,” pungkasnya. [anr]


