
MANADO-Priscilla Cindy Wurangian Anggota DPRD Sulut dapil Minut Bitung telah selesai melaksanakan reses II masa persidangan ketiga di dapilnya sejak 1-4 Agustus 2026.
Ketua Fraksi Golkar DPRD Sulut ini melaksanakan reses di sejumlah titik di lima kecamatan, yakni Kecamatan Madidir, Watudambo, Tanjung Merah, Dimembe, dan Maesa.
Dalam pertemuan ini, Wurangian mengaku saat menyerap aspirasi di lima titik tersebut ada berbagai keluhan dan usulan terkait infrastruktur dasar, ekonomi warga, pendidikan, hingga layanan kesehatan dasar, ekonomi warga, pendidikan, hingga layanan kesehatan.
Diakui Sekretaris Komisi 4, untuk sektor infrastruktur, warga mengeluhkan masalah penerangan jalan umum, perbaikan drainase, perbaikan jalan berlubang, pembuatan jalan paving, serta jalan pemukiman dan tanggul penahan longsor di area pemukiman Girian.
“Warga meminta kejelasan mengenai keberlanjutan program Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung serta perlunya sosialisasi zona Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kepada masyarakat,”ungkap Wurangian.
Untuk penguatan ekonomi dan usaha warga, aspirasi yang mengemuka mencakup permohonan bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) untuk bidang tata boga, katering, pertukangan, menjahit, hingga sewa tenda.
“Warga juga berharap adanya bantuan modal dan peralatan usaha perorangan, bantuan bibit ternak, serta dukungan sarana tangkap bagi nelayan seperti mesin tempel, perahu, coolbox, bagan tangkap, katinting, dan mesin pangkas rumput,” jelas Anggota DPRD Sulut empat periode ini.
Sedangkan Sektor sosial, pendidikan, dan keagamaan turut menjadi perhatian. Masyarakat mengusulkan bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembenahan fasilitas di SMK Pelita Bahari, bantuan kegiatan dan rumah ibadah, serta program kepemudaan dan olahraga. Di bidang pendidikan, warga berharap ada bantuan studi untuk jenjang SMP, SMA, hingga perguruan tinggi (S1 dan S2), serta penyelenggaraan pelatihan keterampilan.
Di bidang kesehatan dan bantuan sosial, Wurangian menerima keluhan terkait layanan BPJS Kesehatan.
“Warga menyoroti kendala pasien rawat inap yang kerap diminta pulang sebelum pemulihan tuntas walau baru dirawat lima hari, serta ketersediaan obat BPJS yang dinilai belum ditanggung secara penuh. Selain itu, warga juga mengajukan kebutuhan bantuan alat bantu fisik berupa kursi roda dan kacamata,”tutur Wurangian
Adanya aspirasi serta keluhan masyarakat, Wurangian menyatakan akan menghimpun seluruh aspirasi untuk ditindaklanjuti dan diperjuangkan dalam pembahasan anggaran serta pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berdasarkan kewenangan. (mom)


