
JAKARTA— Pemerintah Kota Bitung kembali mendapat kepercayaan sebagai daerah strategis ditingkat nasional.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum, Kota Bitung masuk dalam lima kota prioritas yang secara resmi ditetapkan Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas RI) dalam program Diseminasi Laporan Akhir Integrasi Strategic Environmental and Social Assessment (SESA) dalam penyusunan Rencana Tata Ruang (RTR).
Penetapan ini menempatkan Bitung sebagai salah satu kota percontohan dalam agenda transformasi kota berkelanjutan yang digagas Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas
Kegiatan tersebut, berlangsung selama dua hari, mulai 18-19 Desember 2025 di Hotelbran Mahakam, Jakarta Selatan, dan turut dihadiri oleh perwakilan Pemerintah pusat, Pemerintah daerah, akademisi, serta pemangku kepentingan lintas sektor.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Bitung, Rizal Sompotan, ST. MM., menyampaikan bahwa penunjukan ini sebagai langkah strategis Kota Bitung dalam arah pembangunan nasional,terutama sebagai kawasan industri, pelabuhan utama, serta kawasan ekonomi khusus di kawasan timur Indonesia.
Kota Bitung masuk dalam lima kota pilot project nasional untuk integrasi SESA dalam RTR. Ini menunjukkan kepercayaan pemerintah pusat terhadap kesiapan perencanaan tata ruang Bitung,” ujar Rizal Sompotan.
Ia juga menekankan bahwa keterlibatan Bitung sebagai kota pilot project menjadi peluang besar untuk memperkuat kualitas RTR Kota Bitung ke depan, sejalan dengan karakter Bitung sebagai kota pelabuhan, industri, maritim, dan kawasan strategis nasional.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi modal penting bagi Pemerintah Kota Bitung untuk menyusun tata ruang yang lebih responsif terhadap isu lingkungan, perubahan iklim, serta tantangan pembangunan jangka panjang.
Ini bukan sekadar perencanaan di atas kertas, tetapi arah pembangunan jangka panjang,” ungkapnya, didampingi Kabid Tata Ruang Frederika Rahantoknam.
Selain itu, dengan ditetapkannya Kota Bitung dalam lima Kota pilot project nasional, Pemerintah Kota Bitung siap menjadi contoh praktik baik (best practice) bagi daerah lain, dalam mewujudkan tata ruang yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi masa depan.
Berdasarkan ringkasan materi dalam dokumen resmi Bappenas, integrasi SESA dalam RTR merupakan penguatan terhadap mekanisme penyusunan tata ruang agar lebih responsif terhadap aspek lingkungan dan sosial, serta mampu menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan secara seimbang.
Dokumen tersebut menjelaskan bahwa perangkat ideal integrasi SESA disusun melalui serangkaian kajian, mulai dari penelaahan kebijakan, tinjauan kebijakan strategis KLHS dan RTR, evaluasi praktik integrasi yang telah diterapkan, hingga sintesis aspek teoritis, regulatif, dan implementatif.
Dengan adanya momentum ini, Pemerintah Kota Bitung akan menindaklanjuti hasil diseminasi dengan memperkuat sinkronisasi antar perangkat daerah serta menjalin koordinasi berkelanjutan bersama Bappenas dan kementerian terkait, guna memastikan rencana tata ruang dapat diimplementasikan secara optimal.


