BerandaHeadlinesPeduli Warga Nusa Utara, Normans Luntungan Minta Kebijakan Sterilisasi Pelabuhan Manado di...

Peduli Warga Nusa Utara, Normans Luntungan Minta Kebijakan Sterilisasi Pelabuhan Manado di Tinjau Lagi

MANADO-Salah satu anggota DPRD Sulut dapil Nusa Utara Normans Luntungan dikenal merupakan anggota dewan yang sangat vokal menyuarakan kepentingan rakyat terutama dari dapilnya.


Seperti dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) lintas Komisi, Senin (2/11/2026) yang dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Fransiscus A Silangen, Pak Norman sapaan akrab anggota Komisi II ini menyoroti Peraturan atau kebijakan baru PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) di Pelabuhan Manado.

Pasalnya, ada keluhan masyarakat, khususnya warga Kepulauan Nusa Utara yang meliputi Siau, Tagulandang, Biaro, Sangihe dan Talaud terkait pembatasan akses bagi pengantar dan pengirim barang yang dinilai menambah beban biaya bagi masyarakat yang mengandalkan transportasi laut untuk mobilitas sehari-hari.

Normans Luntungan menyampaikan ketika RDP bersama Komisi III dan perwakilan anggota dewan dari dapil Nusa Utara bersama PT. Pelindo Regional IV Manado dan Kepala Kantor Kesyahbandaran Dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Manado.

Norman Luntungan dengan tegas menyatakan kebijakan sterilisasi area dermaga Pelabuhan Manado itu harus di pertimbangkan kembali.

“Biaya parkir atau masuk pelabuhan harus di kurangi, agar tidak membebani masyarakat yang ada. Biaya masuk sebesar 5 ribu dan biaya masuk kendaraan mobil 12500, dikeluhkan masyarakat karena terlalu barat,”tegas Luntungan.

Luntungan juga menyoroti soal pemberian kartu untuk penumpang-penumpang prioritas. “Yang terjadi di lapangan, kartu-kartu kadang tidak cukup bahkan ada yang mengeluhkan kapal sudah berangkat, tapi mereka tidak bisa masuk karena tidak memiliki kartu . Dengan adanya keluhan penumpang dan pengantar. Jadi kalau mau diberlakukan hal tersebut pastikan kartu-kartu yang ada sudah sesuai,”ungkap Luntungan saat rapat.

Luntungan juga menyatakan, telah menjadi kebiasaan masyarakat kepulauan yang sering mangantarkan penumpang sampai di kapal. “Harus dibijaksanai seperti apa supaya tidak menganggu kebiasaaan-kebiasaan yang sudah ada,”ucap Luntungan.

Sedangkan terkait KSOP, Luntungan menyampaikan ada masukan dari masyarakat soal kapal yang berlabu ke Siau, Tagulandang, Biaro,Sangihe dan ke Talaud, satu hari itu hanya satu kapal.

“Apakah ini benar perintah KSOP, karena melihat dari pemaparan PT Pelindo dasar diberlakukan undang-undang karena adanya kecelakaan Barcelona. Jadi kalau kapal dari manado cuman satu, otomatis yang dari kepulauan cuma satu. Itu juga yang nanti akan menyebabkan kecelakaan, karena membludaknya penumpang, sehingga kapal tidak mencukupi. Ia pun memohon kalau ada perintah KSOP penahanan untuk kapal-kapal tolong jangan ditahan. Segera diberlakukan seperti biasa seperti dulu dimana dua kapal satu hari,”tutupnya. (mom)

- Advertisment -