
MANADO — Dunia pendidikan Kota Manado kembali menjadi sorotan. Tahun 2026 ini, Pemerintah Kota Manado disebut tidak ambil bagian dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), padahal kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan Kementerian Pendidikan untuk menjaring bibit atlet pelajar berprestasi.
Keputusan absennya Manado dalam ajang bergengsi tingkat pelajar itu memicu kekecewaan banyak pihak, terutama para siswa dan pemerhati olahraga. Pasalnya, O2SN selama ini menjadi wadah bagi siswa SD dan SMP untuk mengembangkan bakat olahraga hingga ke tingkat nasional.
Padahal pada tahun-tahun sebelumnya, seleksi O2SN rutin digelar di Kota Manado. Bahkan, Dinas Pendidikan Manado sempat aktif melakukan seleksi atletik tingkat kecamatan untuk menjaring siswa berprestasi menuju tingkat kota, provinsi hingga nasional.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado, Bart Assa seperti dikutip dari salah satu media online membenarkan tahun ini absen mengikuti O2SN. Alasannya, jadwal agenda pendidikan padat bersamaan dengan jadwal pelaksanaan O2SN. “Tahun ini kami cukup sulit melakukan seleksi. Banyak kegiatan prioritas sejak februari sampai mei,” kelitnya.
Assa mengatakan, sejumlah agenda akademik menjadi fokus utama Dinas Pendidikan dan sekolah-sekolah, mulai dari Tes Kompetensi Akademik (TKA), Ujian Sumatif Akhir Jenjang, asesmen sumatif, hingga penguatan literasi dan numerasi siswa. Selain itu, sekolah juga sementara melakukan persiapan menghadapi Olimpiade Sains Nasional (OSN).
“Jadi hampir semua tenaga dan konsentrasi sekolah tersita pada kegiatan akademik yang jadwalnya berdekatan,” katanya.
Alasan Kadis Pendidikan ini langsung ditimpal sejumlah pemerhati olahraga. “Ini sangat memalukan sebagai ibukota provinsi Sulawesi Utara. Daerah lain justru serius mempersiapkan peserta O2SN, bahkan saat ini sementara melaksanakan seleksi Manado malah tidak ikut. Kasihan siswa-siswa yang punya potensi dan sudah latihan sejak jauh hari,” ujarnya, Jumat (22/5/2026) pagi.
Sekadar diketahui, beberapa daerah kabupaten/kota di Sulawesi Utara tetap aktif mengirim peserta ke O2SN. Kabupaten Bolaang Mongondow misalnya, sejak maret-april sudah melakukan seleksi bahkan tahun sebelumnya mengutus puluhan siswa ke tingkat provinsi sebagai bagian dari pembinaan atlet usia dini.
Ajang O2SN sendiri selama ini dikenal sebagai sarana pembinaan karakter, sportivitas dan peningkatan prestasi siswa di bidang olahraga. Pemerintah daerah di berbagai wilayah bahkan menjadikan O2SN sebagai program rutin pengembangan bakat pelajar sebagaimana diamanatkan dalam UU Nomor 11 tahun 2022.
“Itu ada di Bab VI Pasal 21 ayat 2 tentanga olahraga berprestasi, olahraga pendidikan dan olahraga masyarakat,” kata salah satu Ketua Cabor dengan nada kecewa karena dari jauh hari sejumlah atlet cabor O2SN sudah latihan dengan niat mengikuti iven nasional tersebut demi mengharumkan nama Kota Manado. [anr]


