
Manadoline.com, Sangihe- Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe menekankan pentingnya penguatan sistem jaringan cadangan di tengah proses perbaikan partial cut Palapa Ring Tengah segmen Tahuna–Melonguane yang tengah dilakukan oleh BAKTI Komdigi.
Hal ini mencuat dalam kegiatan sosialisasi dan koordinasi yang melibatkan pemerintah daerah, BAKTI Komdigi, serta sejumlah pemangku kepentingan, sebagai bagian dari langkah mitigasi terhadap potensi gangguan layanan telekomunikasi di wilayah kepulauan.
Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, dalam kesempatan tersebut mengapresiasi upaya perbaikan yang dilakukan, namun juga menegaskan bahwa keandalan jaringan menjadi kebutuhan mendesak bagi daerah perbatasan seperti Sangihe.
“Kami bersyukur dan berterima kasih atas upaya perbaikan ini. Bagi kami di wilayah kepulauan, konektivitas sangat vital karena menyangkut pelayanan publik, pendidikan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya, Rabu (08/04/26).
Menurutnya, gangguan jaringan yang sempat terjadi sebelumnya menjadi pengingat akan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap layanan internet. Bahkan, potensi blackout dalam waktu lama dinilai dapat berdampak signifikan, terutama di daerah dengan keterbatasan akses.
Membandingkan kondisi tersebut dengan wilayah perkotaan yang memiliki banyak jaringan cadangan, sementara daerah kepulauan masih menghadapi keterbatasan infrastruktur penunjang.
Karena itu, Bupati meminta adanya kejelasan terkait jenis gangguan yang terjadi, termasuk dampaknya terhadap layanan internet maupun komunikasi telepon, serta pentingnya penyampaian informasi perkembangan perbaikan secara berkala kepada masyarakat.
“Update perkembangan perbaikan sangat penting agar masyarakat tahu bahwa pekerjaan sedang berjalan dan bisa memperkirakan dampaknya,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti keterbatasan titik layanan cadangan di Kabupaten Kepulauan Sangihe yang memiliki 145 desa dan 22 kelurahan. Untuk sementara, sejumlah instansi dan pihak swasta memanfaatkan internet satelit guna menjaga keberlangsungan layanan.
Di sektor pendidikan, pemerintah daerah memastikan kegiatan belajar dan ujian tetap berjalan normal. Sebanyak 1.744 siswa dari 62 sekolah tetap mengikuti ujian dengan dukungan perangkat dan jaringan alternatif yang telah disiapkan.
Bupati juga berharap gangguan serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang. Ia mengusulkan penguatan pengawasan jalur kabel dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk nelayan di lapangan.
“Ini investasi besar negara. Kita harus jaga bersama agar tidak terjadi lagi gangguan yang merugikan masyarakat,” katanya.


