BerandaLiputan KhususDelapan Anggota DPRD Sulut Turun Reses di Kota Manado

Delapan Anggota DPRD Sulut Turun Reses di Kota Manado

Wakil Ketua DPRD Sulut Royke Anter saat menyerap aspirasi di Kelurahan Ternate Tanjung.

DPRD SULUT melaksanakan agenda reses 1 persidangan ke II tahun 2026 untuk 45 Anggota Dewan selama 4 hari di penghujung akhir bulan Maret 2026, tepatnya mulai tanggal 28-31.

Dan delapan anggota DPRD Sulut Daerah Pemilihan (dapil) Kota Manado masing-masing:
1.Royke Reynald Anter (Demokrat)

  1. Irene Golda Pinontoan (PDI-P)
  2. Royke Octovian Roring (PDI-P
  3. Yongki Limen (Golkar)
  4. Jeane Laluyan (PDI-P)
  5. Amir Liputo (PKS)
  6. Louis Carl Schramm (Gerindra)
  7. Julyeta Paulina Runtuwene (NasDem)

Saat turun reses banyak sekali aspirasi yang didapatkan oleh ke delapan anggota DPRD Sulut dapil Manado.


Wakil Ketua DPRD Sulut Royke Anter melaksanakan reses di Kelurahan Ternate Tanjung, Kecamatan Singkil, Selasa, 31 Maret 2026.


Pertemuan yang berlangsung khidmat ini dihadiri Pemerintah Kota Manado, Lurah Ternate Tanjung, Ibu Rini Moki, jajaran kepala lingkungan, perangkat kelurahan, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat.

Koordinator Komisi I bidang Pemerintah dan Hukum, dapil Kota Manado Royke Anter dalam sambutannya menegaskan bahwa turun ke lapangan menemui konstituen bukanlah sekadar rutinitas, melainkan kewajiban konstitusi yang melekat pada setiap anggota dewan.

”Reses dilaksanakan dalam setahun sebanyak tiga kali. Ini adalah tugas dan tanggung jawab kami untuk turun ke daerah pemilihan (dapil) guna menjemput aspirasi maupun masukan langsung dari masyarakat,” ujar legislator dari Partai Demokrat tersebut.

Dalam sesi dialog, warga Ternate Tanjung memanfaatkan momentum ini untuk menyampaikan berbagai persoalan mendesak yang mereka hadapi. Beberapa poin utama yang mencuat antara lain:
Bantuan Bencana dimana terkait distribusi dan sinkronisasi data penerima bantuan pascabanjir. Juga Layanan Kesehatan terkait Kendala dalam administrasi dan kepesertaan BPJS Kesehatan serta Sertifikasi Tanah dimana Permohonan bantuan dari masyarakat terkait pendampingan penerbitan sertifikat tanah agar memiliki kepastian hukum.

Royke Anter berkomitmen untuk membawa poin-poin tersebut ke ranah kebijakan. Ia berjanji akan mengawal setiap usulan sesuai dengan porsi kewenangan yang ada.

”Semua masukan ini kami tampung dan akan dikawal. Kami akan teruskan ke pihak terkait, baik itu di tingkat Pemerintah Kota, Pemerintah Provinsi, bahkan hingga ke Pemerintah Pusat jika memang itu ranahnya. Intinya, kami akan berupaya agar apa yang menjadi keluhan warga mendapatkan solusi yang nyata,” tegas sang Wakil Rakyat.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi foto bersama dan diskusi santai antara perangkat kelurahan dengan Wakil Ketua DPRD untuk mempererat koordinasi pembangunan di wilayah Kecamatan Singkil.

Anggota DPRD Sulut Louis Carl Schramm saat turun reses.

Kemudian, Ketua Fraksi Gerindra Louis Carl Schramm turun ke daerah pemilihan (dapil) di Kecamatan Tuminting dan Malalayang.

Dua lokasi reses ini diakui Louis Schramm sangat penting karena menjadi ruang dialog dengan masyarakat untuk menyerap aspirasi, mulai dari infrastruktur hingga layanan publik.

Ketika reses di Tuminting, warga menyampaikan aspirasi terkait akses jalan menuju area pemakaman yang belum memadai.

“Warga mendorong adanya penguatan ekonomi melalui koperasi, termasuk kebutuhan lahan untuk pengembangan Koperasi Merah Putih. Sedangkan di Kelurahan Kleak, Malalayang, bersama Kaum Bapak Katolik (KBK) Paroki St. Joseph, masyarakat mengeluhkan sistem drainase di samping gereja yang sering menyebabkan genangan saat hujan,”ungkap Louis Schramm.

Louis Schramm menjelaskan persoalan drainase diduga akibat sisa material pembangunan rumah sakit yang masuk ke saluran air dan akan segera dikoordinasikan dengan pihak terkait.

Pada kesempatan itu juga, warga mengeluhkan terkait ketersediaan obat di RS ODSK. Sedangkan aspirasi lain meliputi pendampingan UMKM berbasis digital, dukungan program Perkasa, hingga penanganan sampah plastik yang terhenti akibat kerusakan mesin pencacah.

“Aspirasi yang disampaikan warga nantinya akan dirangkum untuk diperjuangkan dalam Pokir DPRD Sulut supaya dapat menjadi perhatian pemerintah. Seluruh aspirasi ini akan dirangkum dan diperjuangkan melalui pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD agar dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah,”ujar Louis Schramm.

Anggota DPRD Sulut Amir Liputo saat reses di Kota Manado.

Sementara itu, Anggota DPRD Sulut Amir menyerap aspirasi di Sospol, Kecamatan Tuminting Kota Manado. Sabtu (28/3/26) siang.

Permasalahan seperti BPJS, air bersih, rumah ibadah, penanganan sungai Mahawu dan Bilang, penerangan jalan, pembuatan jalan setapak serta pendirian sekolah negeri di bagian Utara Manado yang menjadi keluhan warga.

Menanggapi hal tersebut, Amir Liputo yang duduk di Komisi III ini mengatakan, terkait air bersih untuk rumah ibadah, penerangan jalan dan pembuatan jalan setapak dirinya mempersilahkan untuk memasukan proposal.

“Silahkan proposalnya dimasukan ke saya,” jawab Liputo.

Sementara itu, terkait pembangunan sekolah, politisi PKS ini menjelaskan pembangunan sekolah negeri di wilayah utara sudah diusulkan. Sementara untuk soal zonasi akan ditinjau kembali.

Intinya kata Liputo aspirasi yang disampaikan akan dilihat kewenangannya apakah menjadi kewenangan propinsi ataupun kewenangan pemkot manado, tentunya dengan memperhatikan skala prioritas.

Anggota DPRD Sulut Julyeta Runtuwene saat turun reses di Kota Manado.

Anggota DPRD Sulut Julyeta P. Runtuwene menggelar reses di Kelurahan Pinesaan Manado, tepatnya gedung Griya Peninsula, Senin (30/3-2026).

Mantan Rektor Unima ini yang duduk terpilih sebagai anggota DPRD Sulut menyatakan, reses 1 anggota DPRD adalah masa istirahat sidang di mana kami anggota dewan turun ke daerah pemilihan (dapil) untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

“Hasil reses nantinya akan diperjuangkan dalam program pemerintah daerah provinsi Sulawesi Utara,”ujar Runtuwene.

Dalam pertemuan itu, masyarakat mempertanyakan soal infrastruktur dan transportasi jalan yang ada di kota Manado untuk di perhatikan kembali. Karena banyak jalan berlobang yang rawan terjadinya lakalantas. Juga soal Pendidikan, budaya dan pariwisata di provinsi Sulawesi Utara ikut ditanyakan terutama menyangkut taman budaya semoga terus mendapat perhatian pemerintah.

Runtuwene yang duduk di Komisi 4 DPRD Sulut yang membidangi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) saat reses pertamanya mengumpulkan budayawan yang ada di Sulawesi Utara.

Anggota DPRD Sulut Irene Golda Pinontoan saat turun reses di Kota Manado.

Anggota DPRD Sulut Irene Golda Pinontoan melaksanakan reses di Kelurahan Mapanget Barat.
Istri tercinta dari Wali Kota Manado Andrei Angouw ini turun langsung menemui masyarakatnya di Kelurahan Mapanget Barat.


Ada banyak keluhan yang disampaikan kepadanya mulai dari masalah pendidikan, bantuan sosial serta infrastruktur, bahkan bantuan UMKM.

“Tentunya aspirasi ini semuanya telah saya tampung untuk dapat diperjuangkan baik itu kewenangan Pemerintah Kota Manado maupun Provinsi,”jelas Ibu Golda.

Anggota DPRD Sulut Yongki Limen saat reses di Kota Manado.

Sedangkan Yongkie Limen melaksanakan reses, Senin (30/3/2026) Pukul 17.00 wita di
Kecamatan Paal Dua, Lingkungan 7, Dendengan Dalam Lingkungan 4. Hampir sama seperti anggota dewan lainnya, masalah infrastruktur jalan, pendidikan, bantuan sosial ikut terangkat dalam aspirasi warga Paal Dua.

Anggota DPRD Sulut Jeane Laluyan saat reses di Kota Manado.

Politisi PDI Perjuangan Jeane Laluyan turun reses di Kecamatan Malalayang dan Jemaat GMIM Paulus. Diakui Srikandi Fraksi PDI Perjuangan, selain ia bertemu masyarakat, dirinya juga turun langsung mendengarkan aspirasi dari para lurah dan perangkat kelurahan. “Saya banyak menyampaikan program yang ada di Komisi II seperti bantuan UMKM, juga bantuan baik itu terkait pertanian, perkebunan, perikanan. “Semua yang disampaikan telah saya tampung untuk diperjuangkan dalam Pokir DPRD Sulut. (adv/mom)

- Advertisment -