
Manadoline.com, Sangihe- Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe menggelar Upacara adat Tulude. Dalam rangkaian memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-601 Daerh Kepulauan Sangihe. Upacara Adat Tulude dilaksanalan secara khidmat,sakral, dan penuh sukacita.
Kegiatan ini menjadi bagian spiritual menghayati adat dan budaya bagi masyarakat di wilayah Kepulauan Sangihe. Sebagai upaya mensyukuri perjalanan sejarah panjang daerah yang kini telah berusia lebih dari enam abad lamanya.

Kegiatan Upacara Adat Tulude juga dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Utara Dr. J. Victor Mailangkay, S.H., M.H., Wakil Bupati Kepulauan Sangihe Tendris Bulahari, Ketua dan Sekretaris TP PKK Kabupaten Sangihe, perwakilan Forkopimda Provinsi Sulawesi Utara dan Forkopimda Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Pimpinan serta anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sekretaris Daerah, instansi vertikal, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, para mantan Bupati dan Wakil Bupati Sangihe, serta masyarakat dari berbagai wilayah.

Dan juga dihadiri Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Utara, Asisten Direktur BI Sulut, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Sulawesi Utara, Sekretaris DPRD Sulut, Kepala Biro Setda Provinsi Sulawesi Utara, serta Komisaris Utama Bank SulutGo.
Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari menyampaikan peringatan HUT ke-601 Kepulauan Sangihe dan upacara adat Tulude Tahun 2026 dapat terlaksana dengan baik dalam suasana penuh kebersamaan dan pengharapan.

“Dengan penuh rasa hormat dan sukacita, kita terhimpun dalam upacara adat Tulude, sebuah peristiwa budaya yang sakral dan bermakna bagi masyarakat Nusa Utara, khususnya Tanah Tampunganglawo Sangihe. Tulude bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan wujud ungkapan syukur kepada Tuhan atas penyertaan-Nya sepanjang perjalanan hidup yang telah kita lalui,” kata Bupati.
Apresiasi juga disampaikan Bupati atas dukungan seluruh elemen masyarakat, para dewan adat dari kecamatan, kampung, dan kelurahan yang telah berpartisipasi menyukseskan Tulude 2026, dalam keterbatasan anggaran.
Tema Tulude Tahun 2026 yakni “Bersukacitalah dalam Berkat dan Rahmat Tuhan”, ditekankan Bupati. Sebab keberhasilan dan berkat, tetapi juga dari setiap proses kehidupan, baik suka maupun duka, yang diyakini sebagai bagian dari rencana dan pembentukan Tuhan bagi umat-Nya.

“Usia 601 tahun bukan sekadar penanda waktu, melainkan cerminan jati diri, ketahanan, dan semangat kebersamaan masyarakat Sangihe. Upacara adat Tulude meneguhkan kembali nilai-nilai luhur warisan leluhur seperti kebersamaan, kerendahan hati, penghormatan terhadap alam, serta keteguhan iman sebagai fondasi moral dalam melanjutkan pembangunan daerah yang berkeadilan dan berkelanjutan,” ujarnya.
Bupati juga menyampaikan rasa syukurnya dan penghargaan kepada Wakil Gubernur Sulawesi Utara beserta rombongan atas kehadiran dan dukungan nyata, bagi Kabupaten Kepulauan Sangihe sebagai daerah kepulauan di beranda utara Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Utara Dr. J. Victor Mailangkay, S.H., M.H., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas perjalanan panjang Kabupaten Kepulauan Sangihe yang telah melewati lebih dari enam abad sejarah.

“Menapaki usia 601 tahun, Sangihe ibarat kapal kora-kora yang kokoh menerjang badai zaman. Kayu penyusunnya adalah persatuan, layarnya adalah iman, dan kemudinya adalah kearifan lokal. Sangihe tetap berdiri tegak karena memiliki jangkar kuat pada adat istiadat,” jelasnya.
Apresiasi setinggi-tingginya juga disampaikan Wagub kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, atas berbagai capaian pembangunan sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026, di antaranya peringkat tiga terbaik pelayanan KB metode kontrasepsi jangka panjang se-Sulawesi Utara.
Inovasi administrasi kependudukan dengan kualitas pelayanan terbaik, opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI, juara pertama North Sulawesi Investment Challenge (NSIC), penghargaan Kabupaten/Kota Sehat Swasti Saba, Anugerah Mapalus Pendidikan, serta capaian Universal Health Coverage (UHC) kategori Madya.

Wakil Gubernur mengingatkan bahwa upacara adat Tulude bukan sekadar pesta rakyat, melainkan kompas spiritual dan benteng pertahanan budaya yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda agar identitas masyarakat Sangihe tetap lestari di tengah arus modernisasi.
“Melalui peringatan HUT ke-601 Kabupaten Kepulauan Sangihe dan pelaksanaan upacara adat Tulude tahun 2026, seluruh elemen masyarakat diharapkan semakin memperkokoh persatuan, menjaga jati diri orang Sangihe, serta melestarikan nilai-nilai adat dan budaya sebagai fondasi membangun masa depan daerah yang rukun, beriman, dan berpengharapan,” pungkasnya. (Adv).


