
SONDER – Awal tahun 2026 menjadi momen istimewa bagi keluarga besar BSG Taekwondo Club (BSG-TC). Selain menjadi ajang reunian dan mempererat tali silaturahmi, kegiatan yang digelar di Desa Tincep Kecamatan Sonder, Kabupaten Minahasa, ini juga dimanfaatkan untuk menelisik potensi wisata alam yang dimiliki daerah tersebut, khususnya Air Terjun Tincep-Timbukar.
Reunian yang berlangsung semalam sejak Sabtu (24/1/2026) hingga Minggu (25/1/2026) berlokasi di perkebunan milik salah satu tokoh masyarakat, Stenly Pangalila terasa penuh keakraban sejak rombongan BSG-TC yang dipandu Sabam Exsel Tendean tiba desa tersebut.
Tawa, cerita lama, dan semangat kebersamaan mewarnai perjalanan menuju salah satu destinasi alam yang cukup dikenal masyarakat lokal itu. Air Terjun Tincep menyuguhkan panorama yang asri, udara sejuk, serta aliran air yang jernih, menjadi daya tarik tersendiri bagi siapa pun yang berkunjung.

Namun di balik keindahannya, para peserta reunian juga mencatat sejumlah hal yang perlu mendapat perhatian serius. Akses menuju lokasi masih tergolong terbatas, dengan kondisi jalan yang belum sepenuhnya memadai.
Fasilitas penunjang wisata seperti tempat istirahat, papan informasi, area parkir yang tertata, serta pengelolaan kebersihan juga dinilai masih minim. Padahal lokasi wisata itu menjadi tempat ajang olahraga arum jeram.
“Potensinya luar biasa. Air Terjun Tincep bisa menjadi ikon wisata Sonder jika dikelola dengan baik. Tapi tentu perlu sentuhan pemerintah, baik dari sisi infrastruktur maupun promosi,” ujar Alo Pangalila, tokoh masyarakat yang ikut mendampingi rombongan BSG-TC selama di Desa Tincep.
Kegiatan reunian ini pun secara tidak langsung menjadi ruang diskusi kecil tentang pentingnya kolaborasi antara masyarakat, komunitas, dan pemerintah daerah dalam mengembangkan pariwisata berbasis alam. Dengan pengelolaan yang tepat, Air Terjun Tincep diyakini mampu menarik lebih banyak wisatawan, membuka peluang ekonomi lokal, serta memperkenalkan keindahan Sonder ke tingkat yang lebih luas.
Menutup kunjungan, keluarga besar BSG-TC berharap agar pemerintah daerah dapat memberi perhatian lebih terhadap destinasi-destinasi wisata potensial seperti Air Terjun Tincep. Reunian awal tahun 2026 ini bukan sekadar temu kangen, tetapi juga menjadi momentum refleksi dan harapan agar keindahan alam Minahasa, khususnya di Desa Tincep Kecamatan Sonder, bisa semakin bersinar di masa depan. [anr]


